Teriak Saat Tubuh Terasa Sakit Itu Normal. Ada Manfaatnya Lho

rasa-sakit

Berteriak seketika ketika tubuh merasa sakit adalah reaksi normal dan wajar. Secara reflex anda akan berbuat demikian. Tapi berteriak bukan hanya reaksi yang muncul seketika ketika kita merasakan sakit. Sejumlah peneliti menemukan bahwa berteriak, mengaduh, dan mengeluh adalah mekanisme tubuh untuk mengurangi rasa sakit.

Dengan berteriak sekeras mungkin, rasa sakit yang muncul akan dimanipulasi sehingga sinyal rasa sakit yang menuju ke otak akan terganggu. Manusia berteriak saat merasakan sakit dengan maksud untuk mengalihkan diri dari rasa sakit itu.

Contohnya saat kaki tertimpa benda berat dengan spontan kita berteriak auw atau aduh. Rasa nyeri menstimulasi tubuh untuk membuka mulut, mengangkat lidah dan lalu bibir membulat. Reaksi alami ini membantu manusia untuk mengalihkan rasa sakit sehingga sedikitnya rasa sakit itu berkurang.

Untuk mengukur berapa lama daya tahan seseorang untuk menahan rasa sakit, dilakukanlah sejumlah percobaan. Stimulasi rasa sakit yang diberikan tidak hanya melalui luka fisik saja tapi bisa juga melalui teknik lainnya. Kali ini metodenya dengan mencelupkan tangan sejumlah orang ke dalam air dingin yang titik bekunya dibawah 0 derajat celcius. Partisipan sebanyak 56 orang diikutsertakan dalam uji coba ini dan mereka diijinkan berteriak “ow” saat tangan mereka terasa sakit. Uji coba ini dilakukan sampai 4 kali tetapi di tes lanjutan, partisipan dilarang berteriak.

Dalam sebuah sesi, para peserta diperkenankan untuk memencet sebuah tombol saat merasakan nyeri. Di sesi tes yang lain, para peserta diputarkan rekaman suara mereka saat sedang berteriak wow. Setelah itu diperdengarkan suara peserta lain yang meneriakkan wow. Di uji coba terakhir semua peserta diminta untuk diam dan dilarang berteriak hingga rasa sakit yang mereka rasakan tidak bisa lagi mereka tahan.

Dari uji coba ini, para peneliti bisa tahu bahwa teriakan membantu seseorang untuk bisa menahan sakit lebih lama. Pada umumnya para peserta bisa menahan rasa sakit hingga 30 detik sambil berteriak. Tapi berbeda kalau mereka dalam posisi duduk, rasa sakit yang bisa ditahan hanya selama 25 detik. Suara rekaman orang yang sedang menahan rasa sakit juga tidak memiliki dampak apapun untuk menahan rasa sakit.

Jadi kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dengan berteriak wow, seseorang memberi dirinya toleransi lebih tinggi terhadap rasa sakit. So bukan hanya obat kimia yang berfungsi sebagai analgesik, teriakan wow juga sama efektifnya. Bagaimana menurut anda?

author
No Response

Comments are closed.