Kaum Perempuan, Apa Yang Membuatmu Merasa Nyaman Dengan Pakaian Ketat?

Kini banyak perempuan muslim seperti kehilangan identitas dirinya dan meniru cara berpakaian orang barat yang serba ketat dan transparan padahal Nabi SAW sudah memberi ancaman tegas perihal cara berpakaian perempuan masa kini yang serba minim ini :

aurat1

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua jenis manusia diantara penghuni neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. (Yang pertama adalah) wanita yang berpakaian tetapi telanjang, condong (pada ketidaktaan) dan mencondongkan orang lain, dikepalanya terdapat seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak juga mencium bau surga meskipun wangi surga dapat tercium dari jarak sekian sekian,” (HR. Ahmad dan Muslim).

Sungguh buruk sekali ancaman yang diberikan pada perempuan-perempuan di atas, yaitu neraka. Bahkan Nabi Pun sudah menganjurkan agar seorang perempuan banyak menjulurkan pakaiannya untuk menutupi auratnya. Meskipun itu sehasta atau sejengkal semuanya adalah haram untuk diperlihatkan pada khalayak. Nabi SAW berkata, “Turunkanlah sejengkal!” Maka dia (wanita itu) berkata, “Kalau begitu, betis mereka akan tersingkap!” Beliau bersabda, “Turunkan lagi sehasta, jangan sampai melebihi itu,” (HR. Tirmidzi).

Bukan hanya tubuh perempuan saja yang berstatus aurat, suara perempuan juga termauk aurat. Jadi seorang perempuan yang tahu dengan agama tidak akan meninggikan suaranya sedikitpun. Ketika berbicara dengan teman-temannya atau siapa saja yang sedang bersamanya, baik di rumah atau di tempat lain. Apalagi kalau ada kehadiran laki-laki di antara mereka maka rendahkanlah suara anda. Allah berfirman ”Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya,” (QS. Al-Ahzab: 32).

Begitu pula halnya dengan perempuan yang mengenakan parfum. Perempuan diharamkan menggunakan parfum dengan wangi yang terlalu menyengat hingga membangkitkan syahwat laki-laki yang ada di sekelilingnya. Simaklah perkataan Al-Mustafa RA, “Perempuan yang memakai wewangian, lalu dia lewat di hadapan laki-laki agar mereka mencium baunya, maka dia adalah pezina,” (Dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahih al-Jami no. 2701).

Berikutnya, hukum mengenakan sepatu berhak tinggi bagi seorang perempuan. Dalam islam hal ini dianggap lebih merugikan karena selain tidak sesuai dengan fitrah, hal ini akan membuat seorang perempuan terlihat lebih tinggi dari keadaan sesunguhnya. Yang kedua, membahayakan karena si perempuan akan lebih mudah terjatuh. Ketiga, mengenakan sepatu high heels lebih memperburuk kesehatan.

Semua hal buruk yang secara normatif diakui merugikan pasti memiliki validitas yang sama dalam ajaran islam. Karena itu seorang perempuan hendaknya menjauhkan diri dari keinginan hawa nafsu yang merugikan dirinya sendiri.

Saudariku semua, pahamilah kesenangan dunia itu hanya bersifat sementara, kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti dan itu tidak ada batasannya (selama-lamanya). Maka berbuat baiklah untuk bekal hidup di akhirat nanti.

author
No Response

Comments are closed.