Jadilah Seorang Pemuda Yang Bertakwa. Ini caranya

744 views

Islam mengajarkan agar setiap penganutnya memiliki karakter yang baik, sholeh, bertakwa dan cerdas. Anda akan lebih disukai jika memiliki perangai yang santun, sopan dan lembut. Berbeda dengan mereka yang kepribadiannya bertolak belakang karena meskipun berwajah ganteng, gagah, banyak duit dan kendaraannya mewah, kalau tidak punya ketakwaan sama sekali tentu ia mendapat penilaian yang buruk di hadapan tuhannya.

894918_580828011936244_655368542_o

Ketakwaan adalah satu-satunya hal yang membuat seorang manusia dipandang mulia di sisi tuhan. Adalah benar jika tuhan berfirman dalam Al-Qur’an bahwa, “Sesungguhnya manusia yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah manusia yang paling bertaqwa. (QS. Al-Hujurat: 13).

Pemuda sangat diperhatikan sekali keberadaannya oleh Islam, bahkan Rasulullah pun berkomentar tentang pemuda dalam salah satu Hadits nya : “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: “…Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah.” (HR. Bukhari).

Di sebuah kesempatan, seorang pemuda datang menghadap gurunya. Gurunya adalah seorang guru besar yang dikenal sangat arif dan luas ilmunya. Ia ingin menimba ilmu dari sang guru dan mencari tahu seperti apa sebetulnya ciri-ciri pemuda yang taqwa itu. Atas permohonan muridnya itu, sang guru menjawab.

Kamu harus tahu duhai pemuda bahwa Allah SWT menciptakan engkau sebagai penegak atas apa yang sudah rubuh, memperbaiki sesuatu yang bengkok dengan meluruskannya, memperbaiki banyak kerusakan, dan pelindung bagi yang lemah, membela yang teraniaya, serta memberi perlindungan pada mereka yang takut.

Duhai anakku, bila Adzan sudah kau dengar maka bersegeralah memenuhi panggilan-Nya. Pemuda yang bertakwa akan bergetar hatinya, muncul rasa takutnya, dan malu pada tuhannya. Merasakan rindu beribu kali rindu. Ia akan meninggalkan kepentingannya demi untuk melepas rindu bertemu tuhan-Nya. Ia hanya ingin mengingat nama tuhan-Nya dan sangat kuat keinginan untuk menemui-Nya.

Wahai pemuda, jika engkau ingin bertakwa pada-Nya maka pastikan dirimu menghindari perbuatan durhaka, dan tegakkanlah Sunnah sebagai hukumnya. Dia mendengarkan firman tuhan-Nya dan saling menasehati dalam kebaikan. Dia tunduk pada tuhan dengan ketaatan yang sesungguh-sungguhnya.

“Ingatlah selalu wahai pemuda pada apa yang akan terjadi pada hari setelah kematian! Lalu datang hari pembalasan. Sungguh semua itu bukanlah kebohongan semata, hari itu pasti tiba. Semua yang kau perbuat di dunia ini akan dimintai pertanggungan jawabnya di hadapan-Nya. Semua puji hanya milik Allah tuhan yang maha kuasa.”

“Duhai pemuda, bertakwalah dengan ketakwaan yang sesungguh-sungguhnya karena meskipun engkau tampan dan gagah, kalau tidak ada sedikitpun ketaqwaan dalam hatimu maka kamu akan celaka. Jangan tunda bertaubat sebelum ajal datang menjemputmu dan semua peluangmu terputus sudah.”

Demikianlah sang guru memberikan wejangannya. Tentu apabila kita bertaqwa dan merasa malu berbuat banyak dosa. Kita ingin agar semua yang diucapkan lisan, diyakini hati dan dilakukan dengan perbuatan ini semuanya dicintai oleh Tuhan. Wallahu’alam.

author
No Response

Comments are closed.