Hukum Berjihad Itu Gimana Sih Sebetulnya?

483 views

images

Melihat berbagai kezaliman yang ditimpakan oleh musuh-musuh Allah pada agama kita, mungkin terbersit dalam diri kita keinginan untuk pergi ke daerah konflik untuk berjihad. Ini adalah keinginan yang mulia. Tak sedikit orang yang berharap ridha dari Allah SWT rela mengorbankan jiwanya untuk membela agama Islam. Tapi Jihad itu tidak sembarangan lho, ada caranya juga. Jadi sebelum anda mengetahuinya, jangan buru-buru dulu mempertaruhkan nyawa. Anda harus tahu bila orang-orang yang dinyatakan bermusuhan itu layak diberantas atau tidak.

Jihad, sebuah kata yang sudah sering kita dengar dalam banyak buku agama hingga bacaan. Bahkan kini istilah ini mendunia setelah banyaknya peristiwa berdarah yang mencoreng nama islam. Dalam hal ini islam dikambinghitamkan oleh beberapa oknum yang dipercaya sebagai kaki tangan yahudi dan kepentingan musuh-musuh islam.

Well, jihad itu hukumnya ada yang khusus lho. Yang khusus yaitu berperang dengan orang-orang yang mendzalimi orang muslim. Hukumnya fardhu kifayah yaitu jika sudah dilakukan oleh sebagian orang muslim, maka sebagian lainnya gugur atas kewajiban itu.

Allah SWT berfirman, “Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukminin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” (QS. At-Taubah: 122).

Tetapi hukum jihad khusus berubah menjadi wajib ain jika mendapat perintah dari Khilafah untuk pergi jihad. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Jika kalian diajak berangkat jihad, maka berangkatlah,” (Muttafaq ‘alaih).

Hal yang sama berlaku bila ada sebuah negeri islam yang diserang oleh musuh, maka hukum jihad ini wajib a’in dan berlaku bagi semua penduduknya untuk melawan musuh bersama itu. Wanita juga didorong untuk berjihad.

author
No Response

Comments are closed.