Berbagi Peran dalam Rumah Tangga Agar Orang Tua Bisa Mengontrol Pendidikan Anak

Dalam sebuah keluarga ada beberapa peran yang dijalani oleh pihak yang berbeda. Seorang ayah bertugas untuk memberi perlindungan kepada keluarganya dan menafkahi istrinya. Tugas seorang istri adalah menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya dan tugas seorang anak antara lain untuk taat pada orang tuanya. Apa yang terjadi bila kedua orang tua termasuk pasangan yang sibuk, yang tidak punya banyak waktu untuk ada di rumah dan mengawasi anak-anaknya?

mendidik-anak

Setiap orang tua memiliki tanggung jawab yang sama terhadap semua anaknya. Memlliki anak adalah sebuah tanggung jawab dunia akhirat. Kita sukses mendidik anak di dunia maka reward nya di akherat nanti adalah surge tapi bila di dunia kita salah memberi pendidikan pada anak, maka di akhirat nanti bisa saja anak kita malah yang menyeret kita ke dalam neraka.

Nah kembali lagi pada masalah mengontrol pendidikan anak. Sahabat, ketika anda sibuk dengan pekerjaan di kantor dan istri anda seorang wanita karier dengan posisi yang penting di perusahaan tempatnya bekerja maka apa yang anda berdua bisa lakukan untuk mengontrol pendidikan anak? Akankah anda menyekolahkan anak anda ke sekolah khusus atau anda mengundang guru privat ke rumah agar anak anda tidak ketinggalan pelajaran?

Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi hal ini, yang penting anak anda tercukupi pendidikannya dan di masa depan tidak akan sulit hidupnya. Agar anda tidak pusing, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar pendidikan anak tetap bisa dikontrol meskipun anda dan pasangan tetap sibuk menjalani pekerjaan anda, misalnya :

Mintalah buku catatan anak lalu periksa secara berkala

Anak anda sekolah pasti kan punya buku catatan? Jangan biarkan anak lepas dari perhatian anda dengan membolos sekolah. Lihat buku catatan harian anak dan sesekali tanyakan pada guru atau temannya untuk mengecek mata pelajaran apa yang sudah diajarkan oleh guru pada tanggal sekian dan bulan sekian. Pastikan anak jujur pada orang tuanya. Jangan lupa suruh anak untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Tanyakan pada anak, apa saja kegiatan mereka di sekolah

Anak-anak sangat besar rasa ingin tahunya. Begitu mereka kenal dengan hal baru maka mereka akan bertanya sana-sini tentang apa yang baru diketahuinya itu. Nah, tanyakan pada anak di sekolah mereka mengikuti kegiatan apa saja. Pastikan anak mengikuti salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah agar bakat anak bisa tersalurkan dan anak lebih aktif di sekolah.

Berkunjung Ke sekolah

Sahabat, anda harus memaklumi bahwa guru adalah pengganti orang tua di sekolah. Oleh karena itu guru tahu betul kepribadian dari masing-masing siswa. Nah pada hari-hari tertentu berkunjunglah ke sekolah dan mengobrollah dengan guru wali kelasnya, tanyakan bagaimana tindak-tanduk anak anda di sekolah. Evaluasi prestasi belajar anak, apakah anak termasuk mereka yang nakal atau tidak. Semua boleh anda tanyakan pada guru.

Beri anak fasilitas belajar di rumah

Sahabat, anak pasti memiliki bakat khusus yang ia miliki. Nah identfikasi hal ini lalu fasilitasi mereka dengan hobby nya itu. Jika anak anda suka olahraga basket maka belikanlah bola basket sekaligus keranjang bolanya di depan rumah. Biarkan anak bereksplorasi dengan apa yang ia sukai. Yang penting jauhkan anak dari perbuatan-perbuatan negatif yang tidak bermanfaat.

Oke sobat, sementara itu dulu yah. Sebetulnya masih banyak sih yang penulis ingin sampaikan di sini . Oke deh nanti kita sambung lagi yah. See you then.

author
No Response

Comments are closed.