Bahagiakan Istri Dengan Cara Yang Dilakukan Oleh Rasulullah. Ini Dia Caranya …

Kita mengenal rasulullah sebagai pribadi yang sempurna dalam semua bidang kehidupan, termasuk dalam hal rumah tangga. Tampaknya menarik sekali jika kita mencoba mengidentifikasi cara-cara rasulullah dalam membahagiakan istri-istirnya. Mari kita bahas beberapa diantaranya melalui hadis shahih beliau :

cerita-cinta-suami-bawa-petaka-bagi-istri

Rasulullah sering berbincang dengan istrinya sekalipun di malam hari

“Adalah dahulu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putrid Abu Bakar Radhiallahu anuma” (HR Bukhari).

Menurut hadis ini, seorang suami yang baik selalu menyempatkan waktu untuk berbincang dengan istrinya. Dalam hal ini perbincangan yang dilakukan tentu hanya seputar hal-hal yang bermanfaat. Bisa jadi materi yang dibincangkan berkisar seputar urusan dunia maupun akhirat. Berdasarkan hadis ini pula kita tahu bahwa keharmonisan rumah tangga tercipta begitu terjadi komunikasi yang baik antara suami dan istri.

Rasulullah tak segan melakukan pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan rumah tangga tidak hanya didominasi oleh istri saja dan tidak berarti suami tidak punya andil di dalamnya. Suami yang baik akan menyempatkan diri berjibaku dengan pekerjaan rumah tangga.

“Aisyah binti Abu Bakar Radhiallah Anhuma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. “Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istrinya? “Dahulu nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya”. Tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR Bukhari).

Seorang suami adalah penanggung jawab urusan keluarganya, sudah barang tentu jika istri masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai, suami harus turut serta menanganinya.

Rasulullah memanggil istrinya dengan ungkapan sayang

Rasulullah adalah seorang suami yang romantis kepada istrinya. Perasaan cinta beliau diungkapkan secara verbal kepada istrinya. Banyak sekali ungkapan yang beliau gunakan untuk menyebut nama istrinya, misalnya sayang dan sebagainya.

Rasulullah Bersabda : “Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku” (HR Muslim).

Menurut hadis ini, kita dianjurkan untuk menyampaikan rasa cinta kepada istri dengan ungkapan yang terhalus dan penuh cinta. Dengan sikap ini, hubungan kasih antara suami dan istri akan lebih rekat lagi.

Rasulullah tidak pernah benci pada istrinya

Seorang suami yang baik hanya akan mengajak istrinya pada perbuatan-perbuatan baik yang diridhoi oleh tuhannya. Kalaupun istrinya melakukan sebuah kesalahan maka dengan penuh harap atas pengampunan dari Allah, ia akan mengkoreksi kekeliruan yang diperbuat oleh istrinya tanpa rasa benci sedikitpun.

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim).

Hendaknya suami menjaga sikap kepada istrinya. Hindarilah perkataan yang bisa membuat istri tersinggung atau terluka hatinya. Semoga dengan keterbukaan diri anda, istri akan lebih menyayangi anda lebih dari sebelumnya.

Rasulullah tidak suka memukul istrinya

Rasulullah bukanlah seorang yang ringan tangan pada istrinya. Anda harus tahu bahwa posisi seorang perempuan dalam islam begitu tinggi sehingga anda tidak diperkenankan untuk memperlakukan istri dengan semena-mena.

“Aisyah Radhiallahu Anhaa pernah mengatakan : “Suamiku tidak pernah memukul istrinya meskipun hanya sekali” (HR Nasa’i).

Seorang lelaki jantan tak akan berlaku kasar pada istrinya, memukul istri adalah tindakan seorang pengecut dan bertentangan dengan agama.

Begitulah sikap dan tindak tanduk Rasulullah SAW yang sangat memuliakan istrinya. Hendaknya ini semua dicontoh oleh kita semua agar rumah tangga kita diridhoi oleh Allah SWT.

author
No Response

Comments are closed.