Apa Yang Membuat Hidup Kita Diuji

1175 views

10832215_843749162378395_503955346_n

Dalam hidup kita takkan terlepas dari yang namanya cobaan dan ujian. Semua orang paling tidak akan beberapa kali diuji dalam hidupnya. Ujian itu sendiri tidak selalu berbentuk kesulitan dan hambatan-hambatan, adakalanya seseorang juga diuji dengan kesenangan hidup. Yang menentukan adalah bagaimana cara kita merespon ujian yang diberikan oleh tuhan ini, apakah kita menghadapinya dengan penuh kesabaran, dengan bersyukur atau justru dengan membiarkan diri kita terbenam lebih dalam lagi di jalur kesesatan?

“Pasti Aku akan uji kalian dengan satu hal, entah itu berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa, kekurangan pangan,” (QS. Al-Baqarah: 155).

Jika anda mengaku seorang muslim yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan kaget jika pada kesempatan tertentu anda dihadapkan pada persoalan hidup. Ini karena Allah sudah menyatakan pada ayat di atas bahwa ia akan menguji anda. Allah menguji kita bukan tanpa sebab tapi pasti ada alasannya, silakan simak ayat berikut :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Atas dasar ujian yang diberikan Allah pada kita, maka kita akan mendapat penilaian. Apa yang dinilai adalah cara kita dalam menyikapi ujian tersebut. Sebagai contoh, saat kita ditimpa musibah, kita akan cenderung mengucapkan kata-kata kotor atau menyebut nama Allah. Dari sini kita sudah bisa menilai apakah diri kita ini diuji atau justru mendapat cobaan dari Allah. Ingat sahabat sekecil apapun ujian yang menimpa kita, jika kita betul-betul beriman kepada Allah maka kita hanya akan mengucapkan kata-kata yang baik saja.

Saat diuji, Allah akan melihat amalan apa saja yang dikerjakan oleh Hamba-Nya. Sesungguhnya Allah telah berfirman, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS. Al Mulk: 2).

Kita sadar Allah tahu diri kita luar dan dalam. Jika anda mengaku betul-betul taat kepada Allah maka ia tidak akan membiarkan kita hidup begitu saja. Ia akan memberi kita ujian. Sesungguhnya Allah tahu siapa yang berdusta dan siapa yang betul-betul taat kepadanya. “Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar. Dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu,” (QS. Al Alkabut: 1-4).

author
No Response

Comments are closed.